| home ask me submit archive |
Mereka adalah kawanku ketika les intensif SNMPTN di Ganesha Operation, Bandung.
Mulai dari kiri atas : Aditya Wardana Permana Putra, Rio Putra Aditya, Radifan, Redy Siswadi Argadikusuma, Aji Chandra Asmara, Rendi Ramadhan Putro
Tengah kiri : Idam Ramdani, Reza Nurul Fauziah, Lina Rismaeni, Melika Meliati Sinaga, Debby Sukma Lestari, Amarina, Diqdiq Taryana
Kiri bawah : Desy, Murti Sari Dewi, Agustina Chandra, Afira Nurul, Suchi Mentari Rahardja, Hiba Utama
Subhanallah, aku pasti nahan air mata ketika aku melihat seorang lelaki tua peminta minta didepan kampus. Entah mengapa kejadiannya tadi sepulang dan pas aku dateng ke kampus. saat itu jam menunjukan pukul 12.40 (kira kira), aku melihat pengemis itu sedang menjilati uang 2000 rupiah, lalu uang yang dijilatinya itu ia lipat dan ia rapihkan ke mangkuk. Saat itu adalah tengah hari dimana cuaca sedang panas panasnya, dan lelaki tua itu dengan wajah pucatnya masih saja menjilati uang yang lainnya. sepulang aku dari kampus, aku kembali melewati jalan dimana lelaki tua itu berada, tapi saat itu lelaki tua itu sedang memakan cireng isi dengan lahapnya. ia terlihat sangat lapar. Yallah dari kejadian ini aku sadar, bahwa dengan keadaan saat ini aku harus banyak bersyukur, bahwa kita harus selalu bersyukur dengan apa yang kita punya. bersyukur kita masih punya keluarga masih punya orangtua yang menjamin makan, dan hidup kita di dunia ini. sedangkan lelaki tua itu, hidup dengan mengandalkan uang hasil ngemis dan mungkin hasil perharinya itu tidak seberapa. Sesuai dengan lirik lagu D’Massiv » Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah
Kalo dilihat dari judulnya sih pasti orang2 berpikiran aku lagi galau. Udah lama aku gak ngenal kata itu lagi. Ada sih yang bilang atau kasarnya ngatain aku ‘gagal move on’. weiittss itu salah besar ya kaka. aku tipe orang yang sering but bukan selalu menengok ke belakang. buat apa sih, jawabannya sih cuma satu doang, evaluasi & introspeksi. gatau sih ya ini cuma perasaan aku atau emang bener keadaanya emang gitu. beberapa kali aku pacaran sama cowo, ko ya cara mereka mutusin aku pake alasan klasik semuanya, emang sih ya gak selalu tiap aku pacaran aku yang diputusin. tapi sekalinya aku yg diputusin ya itu tadi pasti mereka pake alasan klasik. itu bukan menurutku doang loh. Aku mau share dikit ya, terkadang cowo tuh pake alasan alasan ini nih kalo mutusin cewe :
ya emang sih gak semuanya menggunakan alasan alasan diatas buat mutusin pasangannya. kenapa aku ngambil keempat point diatas, karena bukan cuma aku doang yang ngalamin. rata2 temen aku yang sharing ke aku soal putus hubungannya dg pacarnya ya gitulah haha. Itulah kenapa alasannya aku gak cepet cepet lagi cari pasangan. soalnya aku emang dari awal gak pernah mainin perasaan siapapun itu yang pernah jadi pacar aku. dulu aku sayang, emang sayang sama mereka, tapi ya gatau deh cape aja dimainin terus, yg jadi korbannya siapa? ya perasaan lah yg jadi korbannya. Tenang aja kok, I will meet my rib bone in the right time :’)